Artikel ini diterjemahkan secara otomatis dari teks asli berbahasa Korea. Baca teks asli bahasa Korea.
Halo, ini Choi Jong-hwan. Titik di mana para amatir kehilangan poin terbanyak adalah bogey dan double bogey di green. Selain itu, jarak di mana three-putt paling sering terjadi biasanya adalah jarak pendaratan untuk pukulan kedua—yaitu, jarak miring yang melebihi 5 meter. Saya menyebut jarak ini sebagai "lag putt."
Dalam situasi seperti ini, Anda membutuhkan strategi, bukan intuisi. Hari ini, saya akan membagikan metode yang saya gunakan persis seperti apa adanya.
01Langkah 1 — Membagi Surga dan Neraka dengan Garis Dasar
Pertama, gambarlah garis dasar, yaitu garis perpanjangan imajiner yang terbentuk saat melihat bola dan lubang dalam garis lurus dari belakang. Anda menentukan sisi mana yang lebih tinggi dan sisi mana yang lebih rendah berdasarkan garis ini.
Sebagai contoh, jika sisi kiri lebih tinggi dan sisi kanan lebih rendah relatif terhadap garis dasar, saya menyebut sisi yang lebih tinggi sebagai surga dan sisi yang lebih rendah sebagai neraka. Karena kita tidak ingin pergi ke neraka, prinsip pertama kita adalah selalu menghentikan bola di surga—yaitu, di sisi yang lebih tinggi dari garis dasar—ketika bola berhenti.
02Langkah 2 — Kecepatan aman adalah 50cm melewati lubang
Selanjutnya adalah pengaturan kecepatan. Kecepatan yang tepat adalah kecepatan yang menghentikan bola sekitar 50 cm melewati lubang.
- Kecepatan melebihi batas 50 cm = Kecepatan berbahaya
- Kecepatan yang kurang dari lubang = Kecepatan yang tidak bisa berhasil
- Kecepatan saat Anda berhenti 50 cm setelah lubang = kecepatan yang dapat berhasil dan aman.
Saat memukul dengan kecepatan ini, jika Anda memutuskan ke mana harus melihat untuk menghentikan bola di atas garis dasar, itu menjadi target maksimum yang dapat Anda lihat dalam situasi tersebut.
03Kesalahan terbesar seorang amatir — melihat lebih sedikit dan memukul terlalu keras.
Kesalahan terbesar yang dilakukan para amatir adalah meremehkan akurasi pukulan dan memukul keras saat melakukan putt jarak jauh—dengan kata lain, memukul dengan kecepatan yang berbahaya. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan satu atau dua pukulan di setiap lubang. Jika Anda memukul hanya berdasarkan perasaan tanpa rencana, ada kemungkinan besar Anda akan mendapatkan putt menanjak yang sangat panjang. Sebaliknya, jika Anda menggunakan strategi ini, ada kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan putt menanjak yang pendek. Karena sebagian besar amatir meremehkan akurasi pukulan dan memukul keras, menggunakan strategi ini memungkinkan Anda untuk membidik hasil yang berlawanan.
Berikut kriteria penerapannya. Bagi para profesional, strategi ini efektif untuk jarak lebih dari 6 meter, sementara saya merekomendasikan agar para amatir mulai menerapkannya dari sekitar 4 meter. Karena statistik menunjukkan bahwa di luar 4 meter, probabilitas satu pukulan masuk (one-putt) umumnya rendah dan sebagian besar pukulan berakhir dengan dua pukulan masuk (two-putt), pada jarak ini, lebih penting untuk menyelesaikan pukulan berikutnya dengan mudah daripada memasukkan bola.
04Menggunakan insting untuk menemukan arah
Jika Anda membayangkan pukulan dari belakang dan memutuskan, "Saya akan parkir di sana, dan saya tidak akan melewati bawah ini," lalu tentukan alamat Anda dan berdiri tegak menghadap lubang, Anda mungkin akan merasakan sensasi buruk karena suatu alasan. Perasaan bahwa pukulan yang meleset yang tidak diinginkan akan segera terjadi—itulah insting.
Cobalah menggunakan insting ini. Putar tubuh Anda sedikit lebih tinggi untuk menemukan titik di mana Anda merasa tidak akan gagal. Jika Anda memukul ke arah itu dengan kecepatan yang telah Anda tentukan sebelumnya, Anda dapat melakukan kesalahan yang jauh lebih aman. Jika Anda memiliki pukulan putt lebih dari 5 meter tersisa di putaran berikutnya, cobalah menerapkan urutan persis yang saya ajarkan hari ini.

